Cerita Pendek : Pertemuan Dengan Kucing Belang Tiga
Pertemuan Kucing Belang Tiga
By : Audrey Sabila Andrea
Masa
itu adalah ketika kasus COVID-19 sedang naik. Saya mempunyai beberapa
peliharaan di rumah yaitu kelinci dan kucing. Hewan peliharaan saya adalah semi-indoor
untuk kucing dan outdoor untuk kelinci. Jadi ketika siang saat semua
beraktivitas kucing saya dibiarkan untuk berkeliling ke mana saja. Lalu setelah
malam mereka masuk ke rumah.
Kucing
saya ukurannya sudah cukup besar, dua remaja dan satu dewasa. Menurut saya,
kucing yang kecil atau anak kucing itu sangatlah lucu. Saking gemasnya, saya merasa
selalu ingin memasukkan muka anak kucing ke dalam mulut saya hahaha. Di sekitar
rumah memang banyak sekali kucing liar. Namun, ukuran mereka besar sekali. Saya
merasa semua kucing di perumahaan ini seperti preman karena galak dan suka
bertengkar dengan kucing lain. Sampai akhirnya saya menjumpai hal yang unik
Siang
hari, saya bertemu dengan anak kucing belang tiga tetapi di tempat yang tidak
biasa yaitu di depan rumah. Kucing ini sangat kecil tetapi bulu di buntutnya panjang
seperti kucing dengan campuran ras tertentu. Saya berpikir ini kucing
peliharaan orang yang hilang tetapi kurus sekali, seperti sengaja dibuang. Ia
berjalan-jalan di kolong mobil seperti mencari makan. Sampai akhirnya kucing
ini masuk ke halaman rumah saya, diberi makan dan dia mau. Sore hari pun saya
bertanya ke tetangga saya yang juga memelihara kucing apakah ini kucing mereka.
Namun ternyata bukan.
Akhirnya
saya memutuskan untuk memelihara kucing tersebut. Karena saya tunggu hingga
malam hari tidak ada yang mencari kucing belang tiga ini. Ia juga tampak tidak
pergi dari depan rumah, seperti berjalan di situ-situ saja. Saya buatkan ia kandang
dadakan dari kardus karena saya hanya punya 1 kandang untuk kelinci saja. Saya
yakin kendang ini tidak efektif karena pasti kucing ini akan mudah kabur dari kandang
dadakan. Betul saja di pagi hari ia sudah berada di luar kandang.
Sedihnya,
setelah beberapa hari kucing ini mulai berjalan jauh. Seperti di siang hari ia
sudah tidak ada lagi di depan rumah.
Saya mencari hingga dua minggu. Adik saya berkata bahwa ia melihat kucing ini selang
6 rumah dari tempat saya tinggal. Saya bawa kembali tetapi ia tetap pergi. Ya
sudah pada akhirnya saya ikhlaskan saja.
Beberapa
bulan telah berlalu. Saat itu saya sedang berjalan ke arah pasar yang tidak
jauh dari rumah. Saat berjalan saya bertemu dengan pemandangan yang
mengejutkan. Di satu rumah bertembok abu-abu, saya melihat ada kucing besar
betina, ekornya berbulu panjang, dan belang tiga. Persis seperti kucing kecil
yang saya temui. Saya harap saat itu kucing tersebut sudah kembali ke pemiliknya.
Karena kalau tidak kasihan sekali.
Komentar
Posting Komentar